Gigi impaksi adalah kondisi ketika gigi tidak tumbuh secara normal pada waktunya. Biasanya, kasus ini paling sering terjadi pada gigi geraham paling belakang (gigi bungsu), meskipun sebenarnya bisa juga terjadi pada gigi lainnya. Banyak orang tidak menyadari dirinya mengalami gigi impaksi sampai muncul keluhan seperti nyeri, bengkak, atau rasa tidak nyaman saat mengunyah.
Memahami jenis-jenis gigi impaksi sangat penting agar penanganannya bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.
Secara sederhana, gigi impaksi adalah gigi yang terhambat pertumbuhannya sehingga tidak bisa tumbuh sempurna ke permukaan gusi. Hambatan ini bisa disebabkan oleh kurangnya ruang pada rahang, posisi gigi yang miring, atau terhalang oleh gigi lain di depannya.
Kondisi ini sering kali terjadi di bagian paling belakang rahang, terutama pada gigi geraham ketiga. Karena posisinya yang sulit dibersihkan, gigi impaksi juga berisiko menyebabkan infeksi, radang gusi, hingga kerusakan gigi di sekitarnya.
Baca Juga: Bolehkah Menangani Gigi Impaksi Saat Bulan Ramadan? Ini Penjelasan Lengkapnya
Secara umum, gigi impaksi terbagi menjadi tiga tipe utama:
Impaksi total adalah kondisi ketika gigi benar-benar tidak muncul ke permukaan gusi. Gigi tertanam sepenuhnya di dalam tulang atau gusi dan tidak terlihat sama sekali.
Meskipun tidak tampak dari luar, impaksi total tetap bisa menimbulkan masalah seperti nyeri tersembunyi, tekanan pada gigi sebelahnya, atau bahkan pembentukan kista jika tidak dipantau dengan baik melalui pemeriksaan rontgen.
Pada tipe ini, gigi hanya keluar sebagian dari gusi. Sebagian mahkota gigi terlihat, tetapi masih tertutup jaringan gusi di area lainnya.
Kondisi ini cukup sering menimbulkan keluhan karena sisa celah antara gusi dan gigi menjadi tempat mudahnya sisa makanan dan bakteri menumpuk. Akibatnya, risiko infeksi, bau mulut, dan radang gusi menjadi lebih tinggi.
Tipe ketiga adalah ketika gigi keluar sepenuhnya, tetapi posisinya tidak sejajar dengan lengkung gigi yang seharusnya. Gigi bisa tumbuh miring, berputar, atau terdorong ke arah tertentu.
Walaupun terlihat sudah tumbuh, posisi yang tidak ideal ini dapat menyebabkan gigi sulit dibersihkan, mengganggu susunan gigi lain, serta memicu rasa tidak nyaman saat menggigit.
Gigi impaksi yang dibiarkan tanpa pemeriksaan dapat menimbulkan berbagai komplikasi, seperti:
Karena itu, pemeriksaan rutin dan foto rontgen sangat penting untuk mengetahui posisi gigi secara akurat, terutama jika muncul keluhan di area geraham belakang.
Baca Juga: Cari Spesialis Orthodonti Terbaik di Surabaya? Ini Dia Jawabannya!
Jika Anda merasakan nyeri di bagian belakang rahang, gusi sering bengkak, atau ada gigi yang tumbuh miring dan terasa mengganggu, sebaiknya segera melakukan konsultasi. Pemeriksaan sejak dini membantu menentukan apakah gigi tersebut perlu dipantau, dirawat, atau dilakukan tindakan lebih lanjut.
Di 9C Orthodontics, Anda bisa melakukan konsultasi untuk mengevaluasi kondisi gigi impaksi secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan dengan pendekatan profesional dan didukung analisis yang tepat untuk menentukan solusi terbaik sesuai kondisi masing-masing pasien.
Tidak semua gigi impaksi harus langsung dicabut, tetapi semuanya perlu diperiksa agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Konsultasi dulu saja, nanti kami bantu dari awal sampai tuntas.
9C Orthodontics – Complete Your Smile.
Baca Juga:
Gigi Anak Goyang: Normal atau Perlu Diperiksa? Ini Penjelasan Dokter Gigi
Pasang Behel Terbaik di Surabaya Bukan Soal Murah, Tapi Soal Dokter Spesialis Orthodonti
Bunyi “Klek” di Rahang Saat Mengunyah Selama Perawatan Behel: Apakah Normal?
PT NANCY SINERGI GRUP
RUKO PAKUWON TOWN SQUARE BLOK AA 2/25, JL LAGUNA, KEJAWAN MUTIARA NO 11 AG, Desa/Kelurahan Kejawan Putih Tambak, Kec. Mulyorejo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Indonesia
Kode Pos : 60112
info@9corthodontics.com
Office : 031-591 77353 | 031-593 8002
+6281 8031 12017